Kamu HEBAT, nggak usah INSECURE.

Hebat itu perihal pencapaian. Bukan sebuah penganiayaan.

Lho!!?
Penganiayaan gimana?
Jadi begini. Kita sering banget membanding bandingkan diri sendiri dengan orang lain. 
Dalam segi apapun itu, fisik, materi, bahkan kebahagiaan?? 

Kita selalu menjadikan orang lain sebagai tolak ukur untuk diri kita berkembang, tumbuh dan berubah. Itu sebuah kebiasaan yang sering kita lakukan bukan? Ingin sama seperti mereka. Selalu merasa diri kita kurang dari orang lain, selalu merasa kita nggak mampu, kita kecil. Insecure. Sampai akhirnya lupa bersyukur. 

Nggak salah emang menjadikan diri lebih baik dengan standar tolak ukur orang lain. Asal kan tidak menganiaya diri. Dan tetap menghargai diri sendiri. 
Begini, misalkan kita melihat teman kita penampilan nya bagus. Tinggi, putih, cantik, ganteng, langsing, rambutnya bagus, giginya rapih, mukanya tirus, sempurna lah buat di pandang. 

Terus kita mau jadi seperti mereka. Apa itu salah? Nggak salah sama sekali. Itu bagus, suatu motivasi untuk menjadi lebih baik. Hanya kadang usaha kita yang salah. Menganiaya diri. Sampai kadang ada yang usaha nya tidak tercapai untuk menjadi 'sempurna' itu. Lalu merasa gagal.

Atau kita ambil contoh lain. Kita selalu melihat orang lain lebih baik dari kita, mereka pintar, jago masak, jago dandan, jago nyanyi, jago bahasa inggrisnya, jago main bakset, jago lukis, jago main musik pokoknya mereka terlihat lebih baik dari kita. Kemudian kita berusaha untuk menjadi seperti mereka. Tapi kadang kita selalu merasa "kok gw gabisa ya kayak mereka, pintar, nilainya bagus, keterima di univ bagus, di sekolah bagus, jago nyanyi dan bla.. bla.. bla". Sampai akhirnya kita merasa gagal lagi. Insecure lagi. Dan nggak bersyukur lagi. 

Menurut gw, kita semua perlu merasakan gagal untuk tetap bersyukur. Karena, dari adanya gagal itu kita akan mendapatkan pelajaran untuk terus berkembang. 

"Kita semua hebat, dengan porsi dan posisinya masing-masing" 

Hebat itu sebuah pencapaian. 
Ketika kita dapat mencapai sesuatu, kita hebat. Hebat atau tidak nya kita ditentukan dari tolak ukur diri kita sendiri. Misal begini, kita nggak jago atau berani bicara didepan banyak orang, terus kita memberanikan diri buat melakukan, dan kita bisa melakukan nya. Nahh itu hebat, hebat sebagai tolak ukur diri kita. Tapi beda cerita kalo kita membandingkan diri kita yang baru sekali berbicara didepan orang banyak dengan ketua osis, presiden Univ, MC dll yang ngomongnya udah lancar banget. Perbandingan yang salah kan?

Tapi jadikan mereka itu sebagai motivasi, untuk menjadikan kita lebih dari hebat versi kita yang awal.

Jadi nggak perlu lagi tuh membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Supaya kita nggak selalu merasa insecure. Supaya tetap bersyukur. Karena semua punya jatahnya masing-masing. Semua punya kekurangan dan punya kelebihan masing-masing.
Postingan Instagram @ahmadrifairifan
Jujur, gw dulu sering banget ngerasa insecure. Dalam segala hal. Dengan teman-teman gw, dengan orang baru bahkan dengan orang yang gw temui di sepanjang jalan. Sampe akhirnya, ngerasa capek ngeluh mulu. Pelan-pelan belajar buat terus bersyukur, pelan-pelan belajar untuk menghargai diri gw. Toh, di dunia ini nggak ada manusia yang sempurna. Semuanya sama dia hadapanNya, hanya bagaimana sikap kita kepadaNya yang membedakan kita dengan yang lain nya.

Sampai gw pernah minta tips biar nggak insecure dari temen gw, begini kira-kira tips nya:
Story Instagram @bunga_yunas
Nahh, Yukk kita sama-sama buat terus bersyukur, menghargai apa yang ada dalam diri kita. Karena kita semua hebat.

Semoga kita semua selalu menghargai dan terus bersykur dengan apa yang ada dalam diri kita. Aamiin. 

Komentar

  1. Ya ampun kak, jadi malu... tulisannya tentang insekyur, bener2 bikin aku sadar.

    BalasHapus
  2. Ya ampun kak, jadi malu... tulisannya tentang insekyur, bener2 bikin aku sadar.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIAPKAH KAU TUK PATAH HATI??

SERAPUH ITUKAH JIWAKU?

Wanita Hebat Dunia (yang tak pernah hilang) Part 1